Duka dari Perairan Makassar: Rino Eka Putra Ditemukan Meninggal Dunia, BPC Ikut Merasa Kehilangan

Senin, 03 Agustus 2026 : Agustus 03, 2026

Rino Eka Putra bersama adiknya Dinna Amrina
BUKITTINGGII KN-Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Rino Eka Putra (48), warga Jorong Lino Suku, Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Setelah sempat hilang kontak pascamusibah kebakaran yang menimpa Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II di perairan Makassar, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh salah seorang kerabat korban, Dina, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (3/8).

"Abang na sudah tidak Ado lai pak," ujar Dina dengan nada duka melalui pesan di grup WhatsApp BPC Bukittinggi.

Kepastian ini mengakhiri masa-masa penuh kecemasan yang dirasakan pihak keluarga sejak kabar kebakaran kapal penyeberangan tersebut beredar.

Sebelumnya, Rino diketahui berangkat dari Jakarta membawa sebuah truk bermuatan barang-barang dagangan dengan tujuan Makassar. Almarhum menempuh jalur darat hingga Surabaya sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan laut menaiki KM Mutiara Sentosa II.

Saat musibah kebakaran melanda kapal di perairan Makassar, keberadaan Rino sempat misterius. Pihak keluarga di Nagari Sungai Pua terus berupaya menghubungi telepon seluler almarhum, namun nomor yang dituju sudah tidak aktif.

Foto Kenangan Korban bersama rombongan BPC

Kenangan Penuh Kebaikan Bersama BPC
Kepergian Rino tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga inti, tetapi juga bagi keluarga besar Bukittinggi Pers Club (BPC). Selain almarhum merupakan kakak se-ayah dari Dinna Amrina—yang juga anggota BPC—Rino memiliki kenangan tersendiri bagi para insan pers di Bukittinggi.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang ringan tangan. Kebaikannya pernah dirasakan langsung oleh rombongan BPC saat almarhum membantu armada BPC yang kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta sewaktu perjalanan menghadiri Hari Pers Nasional (HPN) di Serang.

Ketua BPC, Abdul Fatah, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepulangan almarhum.

"Kita turut berduka atas kepergian almarhum. Beliau orang baik, dan kebaikannya pernah kita rasakan bersama oleh BPC," ujar Abdul Fatah.

Atas nama pengurus dan seluruh anggota, Abdul Fatah mengajak seluruh keluarga besar BPC untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum Rino Eka Putra.

"Karena itu, kami bersama seluruh anggota BPC turut mendoakan almarhum semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menerima cobaan ini. Amin," pungkasnya.

Kini, pihak keluarga tengah berkoordinasi dengan petugas dan pihak berwenang terkait proses penanganan jenazah serta rencana pemulangan almarhum ke kampung halaman di Kabupaten Agam.====agi===



Share this Article