HEBOH! Bukannya Kue, Puluhan 'Amak-Amak' di Sungai Tanang Malah Disawer THR Pecahan Seribu Baru!

Selasa, 24 Maret 2026 : Maret 24, 2026
NSUNGAI TANANG – Ada pemandangan unik sekaligus mengocok perut dalam tradisi Lebaran tahun ini di Jorong Pandan Gadang, Nagari Sungai Tanang. Jika biasanya rombongan Amak-amak (ibu-ibu) yang berkeliling kampung hanya mengincar silaturahmi dan mencicipi kue rayo (lebaran) , kali ini mereka dibuat heboh luar biasa oleh kejutan "THR Fantastis".
​Bukan ratusan ribu, melainkan selembar uang kertas Rp 1.000 baru yang masih licin!

​Tradisi Lebaran keliling kampung ini memang sudah menjadi agenda rutin di Jorong Pandan Gadang dalam beberapa tahun terakhir.

Rombongan Amak-amak ini berjalan dari rumah ke rumah dengan dua misi utama yaitu untuk mempererat Silaturahmi: Menjaga kekompakan antar warga di hari kemenangan.
​Menggalang Sumbangan: Mengumpulkan dana untuk kegiatan sosial atau pembangunan di lingkungan sekitar.

​Momen Heboh: "THR Seribu yang Bikin Haru"

​Suasana yang awalnya formal penuh salam-salaman berubah menjadi riuh saat salah satu tuan rumah memberikan kejutan. Bukannya menyodorkan toples nastar atau kacang tojin, tuan rumah tersebut justru membagikan THR khusus untuk para Amak-amak.

​Meskipun nilainya hanya Rp 1.000, namun karena uang tersebut merupakan pecahan baru yang masih "berbau bank" dan sangat jarang terjadi dalam tradisi ini, sontak suasana menjadi pecah.

​"Biasanya kami cuma dapat kue dan minum saja, itu pun sudah senang. Tapi kali ini ada THR! Biar cuma seribu, tapi karena baru dan dapatnya bareng-bareng, rasanya luar biasa," ujar salah satu anggota rombongan sambil tertawa lebar.

​Jadi Koleksi dan Kenang-kenangan

​Uniknya, saking berkesannya momen tersebut, banyak diabadikan emak emak melalui ponselnya bahkan ada Amak-amak yang mengaku tidak akan membelanjakan uang seribu tersebut.

​Disimpan di dompet: Sebagai jimat keberuntungan atau pengingat momen lucu.

​Ada juga yang berencana sebagai pembatas Al-Qur'an:
Agar ingat momen Lebaran di Pandan Gadang.

​Kenang-kenangan: Karena dianggap sebagai bentuk apresiasi yang unik dari warga kepada mereka.

​Kejadian ini membuktikan bahwa kebahagiaan Lebaran di kampung tidak selalu diukur dari besarnya nominal, melainkan dari kebersamaan dan cara-cara kreatif warga dalam menghargai tradisi.===Gindo==




Share this Article