CEBU, FILIPINA – Kota Bukittinggi kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi ASEAN Tourism Standards Awarding Ceremony yang diselenggarakan oleh Departemen Pariwisata Filipina di Kota Cebu, Jumat (30/1/2026), Bukittinggi resmi dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Kota Wisata Terbersih di ASEAN.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, yang hadir memenuhi undangan resmi tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kota di jantung Sumatra Barat ini mampu bersaing dalam standar pelayanan dan kebersihan tingkat regional.
Penghargaan ini bukan sekadar piagam biasa. Untuk meraih gelar ASEAN Clean Tourist City, sebuah kota harus memenuhi kriteria ketat yang tertuang dalam ASEAN Tourism Standard, meliputi:
Manajemen Lingkungan, yaitu Pengolahan limbah yang efisien.
Kebersihan yaitu Area publik yang bebas sampah dan polusi.
Kesadaran Masyarakat dapat dilihat dari Partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan. dan
Ruang Hijau yang dapat dilihat dari Ketersediaan taman kota yang memadai.
"Ini adalah hasil kerja bersama seluruh masyarakat, pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan semua pihak yang terus menjaga kebersihan dan keindahan kota kita," tulis Ramlan Nurmatias dalam unggahan media sosialnya.
Prestasi yang diraih kota Bukittinggi itu juga memantik kekaguman dari pihak luar. Wakil Duta Besar (Wadubes) Filipina memberikan pujian khusus bagi Bukittinggi, menyebutnya sebagai kota yang sangat nyaman dan bersih bagi wisatawan mancanegara. Atmosfer kota yang sejuk ditambah dengan tata kota yang tertata rapi menjadikan Bukittinggi model ideal bagi kota wisata di Asia Tenggara.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Bukittinggi diprediksi akan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan asing, khususnya dari negara-negara tetangga. Predikat "Kelas Dunia" kini bukan lagi sekadar impian, melainkan identitas baru yang harus dijaga.
Masyarakat diharapkan terus meningkatkan kesadaran lingkungan agar Bukittinggi tetap menjadi destinasi yang bersih, indah, dan berkelas dunia di masa-masa mendatang.
Keberhasilan Bukittinggi meraih gelar ini nyatanya selaras dengan pengalaman para pelancong yang pernah menjejakkan kaki di kota Jam Gadang tersebut. Berbagai testimoni positif mengalir dari wisatawan mancanegara yang merasa terkesan dengan transformasi kebersihan kota.
Nur Azura, wisatawan asal Kuala Lumpur, Malaysia, menyatakan bahwa Bukittinggi kini terasa jauh lebih tertata dibandingkan kunjungannya beberapa tahun lalu.
"Saya sering ke sini untuk berbelanja di Pasar Atas. Sekarang, berjalan kaki dari Jam Gadang ke arah benteng terasa sangat nyaman. Tidak ada sampah berserakan, dan udaranya tetap segar. Layak sekali jika menang di ASEAN," ujarnya.
Senada dengan itu, Pieter van de Berg, turis asal Belanda yang sedang melakukan perjalanan sejarah di Sumatra Barat, memuji pengelolaan ruang publik Bukittinggi.
"Saya terkejut dengan kebersihan taman-taman kotanya. Sebagai orang Eropa, saya sangat menikmati area pedestrian yang bersih. Ini adalah standar yang seharusnya dimiliki oleh semua kota wisata sejarah. Bukittinggi punya atmosfer yang tenang dan sangat terawat," ungkap Pieter.
Tak hanya dari sisi fisik, wisatawan juga menyoroti keramahan warga lokal yang kini lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan di lokasi-lokasi ikonik seperti Ngarai Sianok dan Lobang Jepang.====Gindo==
Share this Article
