Bukittinggii, mediaexis
Semangat berbagi inspirasi dan edukasi tentang keuangan negara kembali digaungkan dalam acara tahunan Kemenkeu Mengajar 10: Satu Dekade Berkontribusi Dalam Membangun Negeri.
Kegiatan ini hadir di SMA Negeri 1 Bukittinggi pada Senin, 10 November 2025, dengan fokus memperkenalkan peran penting Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada para pelajar.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bukittinggi, Cholid Mawardi, memimpin langsung acara ini dan menyampaikan sambutan yang interaktif dan memotivasi. Ia menegaskan bahwa Kemenkeu Mengajar adalah inisiatif sukarela dari pegawai Kementerian Keuangan yang bertujuan menyebarkan semangat cinta tanah air, literasi keuangan, serta memperkenalkan tugas dan fungsi Kemenkeu kepada generasi muda.
Dalam sambutannya, Cholid Mawardi menyampaikan bahwa Kemenkeu Mengajar tahun ini mengusung tema "Mengenal Uang Kita, Membangun Masa Depan". "Uang kita" yang dimaksud adalah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
DIjelaskanya, APBN merupakan uang kita semua, yang sebagian besar bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh berbagai pihak, termasuk orang tua siswa, guru, pengusaha, serta penerimaan bukan pajak dan BUMN.
Pembayaran pajak adalah wujud semangat gotong royong untuk membangun bangsa.
Ia mengilustrasikan setiap Rp 1.000.000 pendapatan negara itu, Rp 200.000 diantaranya dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Alokasi untuk pendidikan ini menjadi alasan bersyukur, karena berkat APBN, para siswa dapat bersekolah dengan nyaman di SMAN 1 Bukittinggi.
Selain APBN, Cholid Mawardi juga menekankan pentingnya mengelola keuangan pribadi, terutama di era digital saat ini, agar tidak terjerat dalam masalah finansial yang kurang baik.
Lebih lanjut, Cholid Mawardi menyampaikan pesan inspiratif tentang membangun bangsa. Ia memotivasi para siswa bahwa suatu saat mereka akan menjadi generasi penerus dan menggantikan posisi-posisi penting di masa depan.
"Suatu saat Adik-adik, insyaallah akan berdiri menggantikan saya juga di sini suatu saat. Menggantikan Ibu Wilia, menggantikan Ibu Silva."ujarnya
Acara Kemenkeu Mengajar di SMAN 1 Bukittinggi ini melibatkan 46 relawan (Uda/Uni) dari Kementerian Keuangan dari berbagai kota. Penyelenggaraan berlangsung meriah, diawali dengan upacara bendera dan dimeriahkan dengan penampilan kesenian dan bakat dari para pelajar SMAN 1 Bukittinggi.
Di akhir acara, Kepala KPP Pratama Bukittinggi ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Kepala SMAN 1 Bukittinggi (SMANSA Landbouw) dan seluruh jajaran yang telah menyambut tim Kemenkeu Mengajar dengan hangat.
Puncak Atraksi: Aksi Mendebarkan Anjing Pelacak Bea Cukai!
Tak hanya edukasi di kelas, acara ini mencapai puncaknya dengan atraksi yang paling menyita perhatian siswa: simulasi penanganan penyelundupan barang terlarang oleh Bea Cukai menggunakan anjing pelacak!
Aksi mendebarkan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana unit-unit di bawah Kemenkeu bekerja di lapangan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara, membuat pemahaman tentang tugas Kemenkeu menjadi lebih hidup dan berkesan.
Sementara Kepala SMAN 1 Bukittinggi, Silva Dusun, M.Pd, menyatakan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan program "Kemenkeu Mengajar" yang dipusatkan di sekolahnya. Program ini dinilai sebagai inisiatif mulia dari relawan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memberikan inspirasi langsung kepada para siswa untuk meneruskan cita-cita kebangsaan.
Menurut Silva Dusun, kegiatan ini membawa manfaat ganda bagi peserta didiknya manfaat itu diantaranya Peningkatan Wawasan: Program ini sukses menambah wawasan para siswa.
Kemudian Pembentukan Karakter: Lebih dari itu, kegiatan ini juga berhasil menanamkan sikap penting seperti jujur, tanggung jawab, kreatif, dan inovatif.
Selain itu siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan itu, Mereka merasa sangat gembira dan bersemangat dengan adanya acara ini, bahkan meminta agar program serupa diadakan kembali tahun depan.
Silva Dusun juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat memotivasi siswa untuk memilih Sekolah Kedinasan.
"Biasanya anak-anak SMAN 1 ini memilih Perguruan Tinggi yang di Pulau Jawa dan Sekolah Kedinasan ini. Saya mengharapkan, mudah-mudahan dengan adanya acara ini, bertambah anak kita dapat di Sekolah Kedinasan yang ada di Indonesia."
Beliau menambahkan bahwa dalam empat tahun terakhir, sudah ada sekitar 30 alumni SMAN 1 Bukittinggi yang berhasil masuk ke Kementerian Keuangan, dan setiap tahun selalu ada alumni yang diterima.===agi==
